Tipe Struktur Gudang Penyimpanan Biji

Gudang berperan sangat penting dalam menjaga mutu dan umur simpan biji yang belum didistribusikan. Gudang harus dapat memberikan perlindungan biji dari berbagai faktor yang dapat menyebabkan kerusakan mutu biji selama masa penyimpanannya.

Berdasarkan strukturnya, gudang penyimpanannya dapat dibedakan menjadi tiga jenis utama untuk penyimpanan dan pengemasan biji yaitu bulk, bag, dan hermetically sealed containers.

Klasifikasi fasilitas gudang

Gudang penyimpanan biji-bijian (grain protection) dapat diklasifikasikan berdasarkan fasilitasnya apakah tergolong lama atau terbaharui.

Petani yang ada di wilayah pedalaman memiliki model desain gudang yang berbeda dengan petani yang berada di wilayah yang lebih modern. Desain gudang akan berbeda-beda tergantung pada jenis kebutuhan dan ketersediaan material.

Struktur gudang lama tidak menerapkan inovasi apapun karena telah lama digunakan selama bertahun-tahun. Desain dan penggunaan gudang lama bervariasi menyesuaikan dengan kondisi iklim dan tradisi serta konteks kultur spesifik dari masyarakat dan pengetahuan tentang lingkungan.

Pada umumnya, gudang dengan desain lama merupakan gudang yang bersifat ramah lingkungan atau eco-friendly. Selain itu, desain gudang tipe lama juga bergantung pada kebutuhan masyarakat setempat sehingga memiliki desain, bentuk, ukuran, dan fungsi yang berbeda-beda termasuk keranjang bambu, berbagai jenis struktur kayu, struktur batu bata, dan pot tembikar.

Gudang modern atau yang telah terbaharui adalah gudang yang telah dimodifikasi dan dikembangkan fungsinya untuk memberikan perlindungan biji yang lebih maksimal.

Bulk storage

Bulk storage atau dapat diartikan sebagai penyimpanan massal adalah gudang yang menggabungkan dua jenis penyimpanan yaitu secara tradisional dan secara komersial untuk memberikan perlindungan terhadap biji yang disimpannya.

Gudang tradisional

Biji yang habis dipanen biasanya disimpan dalam bentuk timbunan dengan menggunakan keranjang bambu atau wadah yang terbuat dari kayu atau plastik.

Wadah penyimpanan biji atau benih (seed protection) tersebut kemudian diletakkan di dalam rumah atau pada suatu tempat khusus yang terbuat dari lumpur atau kayu. Gudang tradisional memiliki bentuk, ukuran, dan kapasitas yang bervariasi dan biasanya memiliki struktur yang tertutup.

Keuntungan

Keuntungan dari gudang tradisional yaitu dapat memberikan perlindungan biji yang baik terhadap serangan hama. Selain itu, gudang tradisional juga memiliki suhu yang dingin dan kondisi lingkungan yang kering, sehingga dapat mencegah pertumbuhan mikroorganisme merugikan. Gudang tradisional juga memiliki kondisi yang kedap udara, sehingga jumlah oksigen di dalam gudang menjadi minimal dan dapat mencegah pertumbuhan dari hama dan juga serangga merugikan lainnya.

Kelemahan

Kelemahan gudang tradisional yaitu masih lemahnya perlindungan biji terhadap air hujan, sehingga perlu adanya renovasi konstruksi gudang jika diperlukan.

Konstruksi gedung gudang tradisional yang cenderung terdapat banyak celah dapat digunakan menjadi sarang persembunyian serangga dan hama.

Closed mud-walled bins or silos

Desain gudang model bulk storage yang selanjutnya yaitu gudang dengan konstruksi tertutup yang terbuat dari lumpur yang dicampur dengan potongan-potongan jerami. Model gudang ini sering digunakan pada area yang kering dan biasanya digunakan untuk menyimpan sorgum, jewawut, milet, padi, dan kacang-kacangan.

Gudang dengan desain dinding berlapis lumpur biasanya memiliki penutup untuk memberikan perlindungan biji terhadap hujan dan juga mencegah kelembaban tanah dan juga hewan pengerat dari luar masuk ke dalam gudang.

Kelembaban atau kondensasi adalah permasalahan yang tidak dapat dihindari pada setiap gudang komoditas. Namun, dengan menggunakan desain closed mud-walled bins permasalahan tersebut dapat diatasi dengan kapasitas insulasi dari lumpur.

Underground pit storage

Desain gudang untuk perlindungan benih yang selanjutnya yaitu menggunakan penyimpanan bawah tanah dengan sistem tertutup untuk menjaga penyimpanan biji dan suhu ruangan agar tetap dingin.

Model gudang bawah tanah ini lazim digunakan pada daerah yang beriklim kering seperti Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Pada bagian dinding gudang lubang bawah tanah atau underground pit storage ini dilapisi dengan kotoran sapi dan lumpur, serta terbuat dari bahan yang anti air untuk mencegah masuknya air hujan ke dalam gudang.

Gudang penyimpanan biji bawah tanah memiliki beberapa keuntungan seperti struktur yang kedap udara dan dingin sehingga suhu bagian dalam gudang lebih stabil karena tidak terpengaruh oleh adanya fluktuasi suhu.

Keterbatasan celah untuk berkembangbiaknya serangga dan jamur pada gudang berdesain ini memberikan perlindungan terhadap biji dengan menjaga udara lembab masuk ke dalam ruangan.

Lingkungan gudang yang lebih bersifat higroskopis dibandingkan dengan biji cenderung menjaga kelembaban tanah dari tumpukan biji yang disimpan.

Wadah kecil tradisional

Wadah kecil tradisional sering digunakan oleh petani dari Afrika dan memiliki ukuran yang kecil dan biasanya terbuat dari tanah liat atau pot tembikar, kontainer kayu, dan drum minyak.

Gudang ini dibuat dengan menutup dinding bagian dalam dan luar dengan menggunakan cairan tanah liat dan menutupi lubang kecil dengan tanah liat yang kaku.

Biji yang kering dengan kadar air kurang dari 12% perlu memperhatikan beberapa hal seperti kondensasi yang ada pada sistem tertutup khususnya kontainer yang terbuat dari logam seperti tong minyak dan penutup harus dapat mempertahankan suhu gudang.

Bag storage

Metode penyimpanan biji yang paling sering digunakan di seluruh negara yaitu penyimpanan dalam karung. Metode penyimpanan jenis ini cocok digunakan untuk gudang penyimpanan dengan berbagai jenis gedung dengan kapasitas penyimpanan mulai dari kecil hingga besar.

Dinding gedung gudang terbuat dari batu bata, besi, atau lumpur dengan atau tanpa plester. Lantai gudang dapat terbuat dari tanah atau semen dengan atap yang dilapisi dengan lembaran besi.

Kelebihan dari penyimpanan model bag storage ini yaitu penyimpanannya yang fleksibel, biaya modal yang rendah, dan inspeksi yang mudah. Kelemahan dari model penyimpanan ini yaitu kurangnya perlindungan biji dari serangga, sehingga diperlukannya insektisida.

Hermetic storage

Penyimpanan hermetik atau hermetic storage merupakan sistem penyimpanan yang berperan dalam memberikan perlindungan biji dengan cara mengontrol kadar kelembaban dan aktivitas serangga khususnya pada kondisi iklim tropik.

Model penyimpanan ini dapat meminimalkan penggunaan pestisida pada gudang. Biji akan ditempatkan di dalam kontainer yang kedap udara untuk menciptakan barrier antara biji dengan atmosfer luar.

Kelebihan dari penyimpanan model hermetik yaitu kandungan air yang stabil pada biji yang disimpan, minimalnya aktivitas biologis yang dapat menurunkan kualitas biji, dan ketahanan umur simpan biji.