Kendala Mengikuti Program Bayi Tabung Bagi Usia Lanjut

Program IVF (In Vitro Fertilization) menurut dokter Aucky Hinting atau yang lebih dikenal dengan nama program bayi tabung merupakan salah satu program kehamilan yang banyak diminati oleh bagi sebagian besar pasangan suami istri yang mengalami kesulitan hamil. Hal tersebut karena tingkat keberhasilan dari program bayi tabung cukup besar, yakni mencapai sekitar 45% hingga 60% untuk pasangan suami istri bisa hamil setelah mengalami kesulitan hamil untuk waktu yang panjang. Namun sebenarnya, tidak semua pasangan suami istri boleh melakukan program bayi tabung karena program kehamilan yang satu ini, memiliki beberapa persyaratan yang dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan. Dan salah satu syaratnya ialah usia. Tentunya, ada banyak pasangan suami istri yang sudah usia lanjut dan menopause masih berusaha untuk bisa memiliki anak, sehingga banyak yang mempertanyakan apakah pasangan yang sudah menopause masih bisa hamil atau tidak. Hal tersebut karena, pada saat masa menopause, kemampuan reproduksi yang ada pada tubuh wanita telah menurun.Lalu apa wanita yang usianya sudah lanjut masih ada kemungkinan wanita tersebut dapat hamil pada usia tersebut? Dan apakah program bayi tabung bisa berhasil pada usia menopause? Tentunya, mempunyai anak merupakan impian setiap pasangan. Tapi, bagaimana jika anak yang sudah lama ditunggu-tunggu tidak kunjung datang? Terutama jika usia sang istri telah masuk dalam masa perimenopause, yang bisa saja mempunyai anak hanya merupakan angan belaka.

Selain itu, hal penting yang harus Anda ketahui ialah bahwa meskipun telah sering mengalami hot flashes serta siklus haid yang juga tidak teratur, hal tersebut tidak menandakan bahwa Anda tidak akan bisa hamil. Selain itu, Anda juga masih dapat memproduksi sel telur pada masa tersebut. Yang membedakannya hanyalah, ketahanan dari sel telur yang dihasilkan tidaklah sekuat dulu lagi yang mengakibatkan kemungkinan hamil menjadi sangat kecil. Namun Anda jangan pantang menyerah, karena terdapat beberapa pasangan yang tetap mengupayakan berbagai macam cara agar dapat hamil di usia menopause atau istilah lainnya ialah perimenopause. Para pasangan usia lanjut bia mengikuti program bayi tabung dengan dibarengi terapi hormon. Tapi, peluang keberhasilan bayi tabung ketika telah menopause sangat dipengaruhi oleh usia. Intinya, melakukan program bayi tabung ketika Anda telah mencapai usia menopause mungkin saja masih bisa dilakukan. Namun, seiring dengan bertambahnya usia, serta keberhasilan program bayi tabung hingga akhirnya bisa mengalami penurunan. Sama halnya ketika mereka sedang menopause, peluang keberhasilan dari program IVF atau bayi tabung di usia lanjut mungkin sakan angat kecil, tetapi bukan tidak mungkin pasangan usia lanjut masih bisa hamil.

Jika kita melihat di sejumlah negara barat, banyak wanita yang bisa menggunakan sel telurnya yang telah dibekukan ketika ia masih muda. Sel telur tersebut pun nantinya akan digunakan dalam proses bayi tabung dalam beberapa kurun tahun kemudian. Selain itu, mereka juga dapat menggunakan sel telur donor agar bisa mengupayakan kehamilan. Tapi tentunya, caratersebut sudah tidak diterapkan lagi di Indonesia karena banyak dianggap tidak sesuai dengan norma serta budaya.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa salah satu syarat keberhasilan program bayi tabung ialah usia. Dan dilansir dari data United Kingdom National Service, yang berasal dari tahun 2014 sampai 2016, dijabarkan besaran presentase keberhasilan program bayi tabung berdasarkan usia. Seperti berikut:
1. Wanita usia <35 tahun, tingkat keberhasilan sebesar 29%.
2. Wanita usia 35 – 37 tahun, tingkat keberhasilan sebesar 23%.
3. Wanita usia 38 – 39 tahun, tingkat keberhasilan sebesar 15%.
4. Wanita usia 40 – 42 tahun, tingkat keberhasilan sebesar 9%.
5. Wanita usia 43 – 44 tahun, tingkat keberhasilan sebesar 3%.
6. Wanita usia >44 tahun, tingkat keberhasilan sebesar 2%.

Dari data di atas, kita bisa melihat bahwa persentase tingkat keberhasilan program tabung akan semakin menurun seiring dengan bertambahnya usia seorang wanita. Namun, tetap saja masih ada kemungkinan bagi pasangan suami istri usia lanjut masih bisa mempunyai anak dari program bayi tabung. Selain itu, kendala lainnya bagi pasangan suami istri lanjut usia yang mengikuti program bayi tabung ialah adanya kemungkinan terjadinya komplikasi yang lebih besar jika dibandingkan dengan wanita yang usianya masih muda.