Pengertian Benchmarking

Benchmarking Adalah

Benchmarking adalah suatu proses menemukan, membandingkan, mempraktekkan, serta best practice yang dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan terhadap para pesaing terbaik di kelasnya, baik di dalam maupun di luar industri, guna menghasilkan kinerja kompetitif yang sebaik mungkin. Benchmarking ini lalu dilakukan secara bertahap dan terus menerus dengan jangka waktu yang lama, dengan tetap mempertimbangkan praktik serta hasil terbaik perusahaan, mau di mana pun perusahaan tersebut berada.

Benchmarking adalah upaya untuk mengetahui bagaimana dan mengapa seorang pemimpin industri dapat atau dapat melakukan tanggung jawabnya lebih baik daripada yang lain. Benchmarking kemudian membutuhkan keterlibatan semua pemangku kepentingan, pilihan yang tepat tentang apa yang menjadi tolok ukur, pemahaman tentang organisasi itu sendiri, pilihan mitra yang tepat, serta kemampuan untuk mengimplementasikan apa yang ditemukan dalam praktik bisnis.

Fokus kegiatan benchmarking ini kemudian pada best practice dari perusahaan lain. Cakupannya semakin berkembang, dari produk dan layanan hingga proses, fungsi, kinerja organisasi, logistik, pemasaran, dan lainnya. Benchmarking juga berbentuk membandingkan praktik dan hasil perusahaan terbaik secara terus-menerus, di mana pun mereka berada.


Manfaat Benchmarking

Suliswore (2009) memaparkan bahwa manfaat dari benchmarking ini diantaranya

  1. Perubahan budaya.
    Memungkinkan perusahaan untuk menetapkan tujuan kinerja baru yang realistis berperan dalam meyakinkan semua orang dalam organisasi tentang kredibilitas tujuan.
  2. Peningkatan kinerja.
    Membantu perusahaan mengidentifikasi kesenjangan tertentu dalam kinerja dan memilih proses untuk perbaikan.
  3. Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
    Dengan memberikan dasar guna pelatihan. Karyawan itu nantinya akan menyadari bahwa ada kesenjangan antara apa yang mereka lakukan serta apa yang dilakukan karyawan lain pada perusahaan yang lain. Keterlibatan karyawan di dalam mau menyelesaikan suatu problem atau masalah.

Metodologi Benchmarking

Robert Camp di dalam bukunya 1989 itu menjelaskan bahwa Metodologi Benchmarking itu terdiri dari 12 langkah atau tahapan, diantaranya :

  1. Mencari Subyek
  2. Melakukan Proses
  3. Menemui Mitra yang berpotensi untuk kemudian dibandingkan
  4. Mencatat sumber data
  5. Menggabungkan data serta memilih mitra untuk dibandingkan
  6. Menentukan kesenjangannya
  7. Menetapkan perbedaan proses
  8. Target kinerja yang dituju
  9. Melaksanakan Komunikasi
  10. Penyesuaian Tujuan
  11. Menerapkan
  12. Meninjau ulang serta penyesuaian ulang

Sumber : Pendidikanku